Unknown
Tampilkan postingan dengan label Sekolah(Pendidikan). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah(Pendidikan). Tampilkan semua postingan
1. Melatih kemampuan berpikir
Sifat Orang Jepang Yang Patut Ditiru - Jepang terkenal dengan kemajuan dan ilmu teknologinya
yang maju. Namun di balik semua itu, Jepang mempunyai tradisi turun temurun
yang sekiranya pantas untuk ditiru (wajib ditiru). Di sini ada beberapa tradisi
warga Jepang yang diwariskan kepada anak cucu mereka yang membuat mereka hebat
dalam segala hal.
10 Sifat Orang Jepang Yang Patut Ditiru:
1. Kerja Keras
Sudah
menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam
kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan
dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870
jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa
menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain
memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja
Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh
5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di
Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan”
oleh perusahaan.
2. Malu
Malu
adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri
dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu
ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit
berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus,
dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek
negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena
nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih
senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya
dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya
apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan
umum.
3. Hidup Hemat
Orang
Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme
berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai
kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang
ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik,
ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong
harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti
diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. Loyalitas
Loyalitas
membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi.
Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang
yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua
perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang
kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan
didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. Inovasi
Jepang
bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan
orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.
Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang
melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh
perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan
membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan
tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun
1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi
mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan
diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang
dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih
cepat dan murah.
6. Pantang Menyerah
Sejarah
membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang
menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke
luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji
(meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner.
Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya
menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber
energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau
Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap
gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di
Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi
dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo.
Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya
Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat
(shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang
usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun
1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga
menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi
tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke
berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang
juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan
ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).
Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini.
7. Budaya Baca
Jangan
kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik),
sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku
atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di
densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik
bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA.
Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan
menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas
masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung
oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris,
perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing
sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan
terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang
sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. Kerjasama Kelompok
Budaya
di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat
individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim
atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus
dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah
biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu
kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang
akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor
Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”
. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam
kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9. Mandiri
Sejak
usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede
sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar
berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku,
handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien
setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab
terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir
sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan
saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya
sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam”
uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan
teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan
budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada
dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau
suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan
kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif
menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain.
Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai”
belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset
penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika
yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para
petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan
pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk
orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan
salah satu yang tertinggi di dunia.
Sumber : rdkudet.blogspot.com
Unknown

Halo-halo sobat blogger! Apa kabar nih sobat? Oh ya, dari pada saya pusing mikirin suatu masalah yang belum terselesaikan yaitu saya belum dapat tempat PKL. Jadi pada kesempatan kali ini saya mau menghilangkan kejenuhan saya dengan memberikan beberapa fakta unik yang terjadi pada pelajar di Indonesia. Memang terkadang di masa-masa sekolah (baik itu TK, SD, SMP, SMA, SMK, dsb) itu banyak terjadi hal-hal yang unik, mengesankan, menyebalkan, sampai hal yang memalukan. So, buat teman-teman yang mau tau fakta tentang pelajar langsung aja disimak yuk! :)
- Kalau dapat nilai bagus pasti deh langsung dipamerin ke orang tua, tapi sebaliknya giliran dapat nilai jelek berharap banget orang tua engga akan nanyain nilai ulangan. *Hehe... Peace :D
- Paling engga suka kalau ada ulangan mendadak!
- Ada beberapa anak yang minjem pulpen, pensil, atau alat tulis lainnya tapi engga dibalikin. *Berasa milik sendiri ya? -_-
- Rata-rata anak pelajar sekarang berangkat sekolah naik motor.
- Paling engga suka sama pelajar yang suka caper sama guru!
- Suka begadang demi nonton pertandingan sepak bola. *Bener ga tuh? :P
- Paling males kalau disuruh piket.
- Sebelum liburan : "Hore libur panjang!!!" | Ketika liburan : "Sekolah lama banget sih, kangen sama teman-teman" | Selesai liburan : "Liburannya kok cepet banget sih, perasaan baru libur kemarin deh" Haha... :D
- Kelas akan terasa sepi, ketika guru killer masuk kekelas.
- 80% pelajar bangga nilai bagus karena nyontek. -_-
- Tangan kanan megang bollpoint, tangan kiri megang hp. *Haha :D
- Ada beberapa pelajar yang hobinya bolos pelajaran.
- Faktanya, beberapa pelajar itu engga suka hari senin. Karena dimana ada hari senin disitu ada upacara. Hehe :D
- Bosen rasanya kalau hari libur engga kemana-mana. -_-
- Kalau belajar suka lupa waktu. Eh, maksudnya suka lupa kalo udah waktunya belajar. Wkwk :D
- Engga akan ngerjain tugas sebelum waktunya mepet. *Giliran udah mepet, panik. Hehe :D
- Kalo buka kalender yang dicari pertama adalah tanggal merah (Selain hari minggu). *Bener engga? :D
- Hari minggu itu saatnya bangun siang.
- Engga bisa lepas sama HP.
- Udah niat belajar, begitu buka buku udah males lagi. Huft -,-
- Kalau ada yang pake sepatu baru, pasti diinjek-injek. *Maksudnya kenalan. :P
- Yang baru jadian pasti dimintain traktir sama temen-temennya.
- Badmood kalau inget besok hari senin. :'(
- Bangun tidur itu langsung cek hp.
- Jarang libur pengennya libur | Libur panjang pengennya cepet-cepet masuk. -_-
- Sering banget telat gara-gara bangun kesiangan.
- Paling males kalo udah ngerjain PR terus ketinggalan PR-nya. -_-
- 99,9% pelajar itu pernah mencontek walaupun hanya sekali atau jarang-jarang.
- Setiap guru emang ngasih tugas sedikit. Tapi yang jadi masalah gurunya kan banyak. -_-
- Banyak anak SMK yang susah dapet tempat PKL, sekalipun dapet jarang ada yang ditempatin sesuai sama jurusannya. *Sabar...sabar!!! -_-
Oke, itulah beberapa fakta pelajar yang saya ambil dari beberapa sumber dan tentunya sebagian fakta diatas berdasarkan pengalaman saya sendiri. Bagaimana ada yang sama dengan anda? Hehe :D Mohon maaf apabila ada yang tersinggung! Karena semua ini hanya bertujuan untuk menghibur. ^^
sumber: Wahyu_ec11.Blogs II
Shalat Jenazah atau Mayit fardhu kifayah hukumnya dikerjakan dan diwakili salah satu keluarganya si mayit jika tidak maka pihak keluarga yang ditinggalkan akan menanggung dosa.
Rasulullah saw. bersabda:
“Barang siapa menghadiri jenazah sampai jenazah itu disalati, maka ia mendapatkan satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya sampai jenazah itu dikuburkan, maka ia mendapatkan dua qirath. Ada yang bertanya: Apakah dua qirath itu? Rasulullah saw. bersabda: Sama dengan dua gunung yang besar.” (HR Abu Hurairah)
Bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Barang siapa menyalati jenazah, maka ia mendapatkan satu qirath. Jika ia menghadiri penguburannya, maka ia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan gunung Uhud.” (HR Tsauban).
Shalat jenazah merupakan salah satu praktik ibadah shalat yang dilakukan umat Muslim jika ada Muslim lainnya yang meninggal dunia.
Tata Cara Shalat Jenazah:
1. Bacaan Niat:
Bacaan niat shalat jenazah untuk mayit laki-laki:
"Ushallii alaa hadzal mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’alaa"
Bacaan niat shalat jenazah untuk mayit perempuan:
"Ushallii alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa"
Artinya:
Aku niat shalat atas mayit ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah.
Setelah membaca niat
2. Takbir Pertama
Setelah takbiratul ihram, yakni setelah mengucapkan “Allahu akbar” sambil meletakan tangan kanan di atas tangan kiri di atas perut (sidekap), tanpa do’a iftitah kemudian langsung membaca Al-Fatihah”
3. Takbir Kedua
Setelah takbir kedua, lalu membaca shalawat, kemudian takbir
"Allahumma shalli ‘alaa Muhammad"
Artinya:
“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad"
Lebih sempurna lagi jika membaca shalawat sebagai berikut:
اَللَّهُمُّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبَرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa’alaa aali Muhammadin. Kamaa shallaita ‘alaa Ibrahim wa ‘allaa aali Ibrahim. Wa baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aalii Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa Ibrahim wa ‘alaa aali Ibrahim fil-‘aalamiina innaka hamiidummajid.
Artinya:
“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. DI seluruh ala mini Tuhanlah yang terpuji Yang Maha Mulia.”
4. Takbir Ketiga
Setelah takbir yang ketiga, kemudian membaca doa:
Allahummaghfir lahuu warhamhu wa’aafihii wa’fu’anhu.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dab sejahtera, maafkanlah dia.”
Lebih sempurna lagi jika membaca doa:
لَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
"Allahummaghfir lahu (lahaa) warhamhu (haa) wa’aafihii (haa) wa’fu ‘anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wawassa’madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa’I watstsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal-khathaayaa kamaa yu-naqqatats-tsaubul-abyadhu minad-danasi waabdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul jannata wa a’iduhu min ‘adabil qabri wa ‘adabin nar"
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.” (HR. Muslim)
Keterangan:
Jika mayit perempuan kata lahu menjadi lahaa.
Jika mayit anak-anak doanya adalah:
"Allahummaj’alhu faratan li abawaihi wa salafan wa dzukhro
wa’idhotaw wa’tibaaraw wa syafii’an wa tsaqqil bihii mawaa ziinahuma
wa-afri-ghish-shabra ‘alaa quluu bihimaa wa laa taf-tin-humaa ba’dahu
wa laa tahrim humaa ajrahu"
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa’at bagi orangtuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu-bapaknya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalnya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua orang tuanya.”
5. Takbir Keempat
Selesai takbir keempat, lalu membaca:
"Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu"
Artinya:
“Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau member kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.”
6. Kemudian salam membaca:
أَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله
"As-sallamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh"
Artinya:
"Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian."
Semoga Artikel yang saya sampaikan bermanfaat bagi para pembacanya.
Assalamu'alaikum wr. wb.
Pengertian :
Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.
Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)
Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .
Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )
Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )
Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )
Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.
Cara Mengerjakannya :
Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)
Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)
Keutamaan Shalat Tahajud :
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
Unknown
Mungkin banyak orang ataupun guru
yang bingung bagaimana metode yang efektif dalam Kegiatan Belajar
Mengajar (KBM). Informasi ini mungkin bisa membantu anda dalam metode Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM) yang mungkin anda bisa terapkan.
Berikut adalah tujuh gaya belajar
yang mungkin bisa anda terapkan :
1.
Bermain dengan kata.
Gaya ini bisa kita mulai dengan
mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan
membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa
membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara
mendengar kemudian menyebutkannya.
2.
Bermain dengan pertanyaan.
Bagi sebagian orang, belajar
makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan
pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai
pertanyaan. Setiaop kali muncuil jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga
didapatkan hasil yang paling akhirnya atau kesimpulan.
3.
Bermain dengan gambar.
Anda sementar orang yang lebih
suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video
atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu
dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan
membaca kartu. Jika Anda termasuk kelompok ini, tak salah bila Anda mencoba
mengikutinya.
4.
Bermain dengan musik.
Detak irama, nyanyian, dan
mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik.
Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara menginat
notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha
mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik
atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan
dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimanalagu itu
dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul.
Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik,
tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu
tertentu.
5.
Bermain dengan bergerak.
Gerak manusia, menyentuh sambil
berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu
cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau
menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi
jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap
melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.
6.
Bermain dengan bersosialisasi.
Bergabung dan membaur dengan
orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat.
Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat
dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini,
akan lebih lama terekam dalam ingatan.
7.
Bermain dengan Kesendirian.
Ada sebagian orang yang gemar
melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang
sepetti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga
privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi
akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri.
Lalu
Bagaimana apakah anda telah menemukan cara yang cocok untuk anda terapkan dalam
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang efektif ?
Unknown
Untuk mengetahui apa saja manfaatnya yang dapat di ambil dari "Gemar Membaca" ini silahkan simak informasinya.
Kebiasaan membaca dapat memberikan banyak manfaat positif bagi seseorang. Membaca dapat menambah wawasan, meningkatkan kreativitas, dan mendapatkan hiburan. Beberapa manfaat gemar membaca antara lain.
1. Menambah Pengetahuan
Semakin banyak membaca maka akan semakin banyak informasi yang diperoleh. Anda bebas menentukan topik apa yang paling anda minati untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan anda.
2. Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Menulis
Banyak membaca dapat meningkatkan keterampilan berbicara dan meningkatkan keterampilan menulis karena membaca dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan berbahasa.
3. Melatih Otak
Dengan membaca otak akan bekerja untuk memahami pesan-pesan yang terdapat dalam setiap kalimat yang dibaca. Sering melatih otak membantu meningkatkan konsesntrasi dan memori (kemampuan mengingat).
4. Mendorong Kreativitas
Banyak membaca akan menambah pengetahuan khususnya di bidang yang disukai. Hal ini dapat menambah kreativitas.
5. Mendorong Kemandirian
Banyak orang yang mampu belajar secara otodidak (tanpa guru), dan hanya mengandalkan banyak membaca dan menerapkan apa yang dibaca.
6. Melawan Kejenuhan
Membaca dapat menghilangkan kejenuhan karena menunggu, dalam perjalanan, atau sedang tidak ingin melakukan aktivitas fisik.
7. Mendapatkan Hiburan
Membaca bisa menjadi media hiburan yang murah dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.
Telah kita ketahui dan
saksikan Negara Jepang adalah negara maju yang sangat hebat dan berjaya. Namun
gempa dan tsunami yang melanda negeri matahari itu menghancurkan sebagian besar
wilayah jepang yang berdampak pada perekonomiannya. Akan tetapi sepertinya
tidak perlu lama bagi jepang agar bisa kembali menguasai perekonomian dunia,
karena Jepang dikenal memiliki rakyat yang sangat luar biasa ulet. Banyak
orang-orang sukses berasal dari Jepang.
Akan tetapi ternyata
penyebab majunya mereka sudah diajarkan dalam agama Islam jauh sebelum negara
Jepang ada. Kita bisa berkaca kepada sejarah, di mana belum ada dalam sejarah
dunia, yang bisa menguasai sepertiga dunia hanya dalam waktu 30 tahun. Itulah
masa para Khalifah Rasyidin. Kaum muslimin sendiri yang meninggalkan ajaran
agama mereka sehingga inilah yang diberitakan oleh Rasulullah shallallaahu
‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ
“Jika kalian berjual beli
dengan cara ‘inah, memegangi ekor-ekor sapi [sibuk berternak, pent], dan
menyenangi pertanian dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menimpakan pada
kalian kehinaan, tidak akan mencabutnya dari kalian sampai kalian kembali
kepada agama kalian”.
Berikut kita bahas, bahwa
apa yang menjadi penyebab majunya mereka ternyata ada dalam ajaran Islam sejak
dahulu.
1.Malu
#“Malu adalah budaya leluhur
dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau
ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam
pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena
“mengundurkan diri” bagi para pemimpin yang terlibat korupsi atau merasa gagal
menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang
kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Mereka malu
terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang
sudah menjadi kesepakatan umum.”#
Malu yang terpuji jelas
adalah ajaran Islam. Bahkan jelas dan tegas dari sabda Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا وَخَلُقُ اْلإِسْلاَمِ الْـحَيَاءُ.
“Sesungguhnya setiap agama
memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.”
Dan Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْـرٍ.
“Malu itu tidak mendatangkan
sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.”
Dalam riwayat Muslim
disebutkan,
اَلْـحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ.
“Malu itu kebaikan
seluruhnya.”
Bahkan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemalu. Abu Sa’id
Al-Khudri Radhiallahu anhu berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَدَّ حَيَاءً مِنَ الْعَذْرَاءِ فِـيْ خِدْرِهَا.
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam lebih pemalu daripada gadis yang dipingit di kamarnya.”[6]
2.Mandiri
#“Sejak usia dini anak-anak
dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar
berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku,
handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Lepas SMA dan
masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.
Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan
sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang
nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya.”#
Anjuran untuk berusaha
sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain adalah ajaran agama Islam.
Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
لأَنْ يَأْخُذَ اََحَدُكُمْ اَحْبُلَهُ ثُمَّ يَاْتِى الْجَبَلَ فَيَاْتِىَ بِحُزْمَةٍ مِنْ حَطَبٍ عَلَى ظَهْرِخِ فَيَبِيْعَهَا فَيَكُفَّ اللهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌلَهُ مِنْ اَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ اَعْطَوْهُ اَوْ مَنَعُوْهُ.
“Sesungguhnya, seorang di
antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar
yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup
kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik
mereka memberi atau tidak”.
Demikian juga nabi Dawud,
seorang Raja besar, tetapi ia tetap makan dari hasil kerjanya yaitu mengolah
besi.
Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا اَكَلَ اَحَدٌطَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ اَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِْهِ, وَاِنَّ نَبِيَّّ اللهِ دَاوُدُ عَلَيْهِ السَّلامُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِْهِ.
“Tidaklah seseorang makan
makanan yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri, sedang Nabi Daud
Alaihissalam juga makan dari hasil usahanya sendiri”.
3. Pantang menyerah
#“Sejarah membuktikan bahwa
Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Rentetan
bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki
, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi
besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya
Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat
(shinkansen).
Akio Morita juga awalnya
menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke
berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang
juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan
ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).”#
Semangat dan pantang
menyerah!! Ini adalah ajaran Islam.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda
احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجزن، وإن أصابك شيء فلا تقل لو أني فعلت لكان كذا وكذا؛ ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان
“Bersemangatlah kamu terhadap
apa-apa yang bermanfaat bagi kamu, dan mohonlah pertolongan pada Allah dan
jangan merasa lemah (pantang menyerah). Dan jika meminpamu sesuatu maka jangan
katakan andaikata dulu saya melakukan begini pasti akan begini dan begini,
tetapi katakanlah semua adalah takdir dari Allah dan apa yang dikehendakiNya
pasti terjadi.”
Ada tawakkal dalam ajaran
Islam, lihat bagaimana motivasi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar
kita mencontoh burung dalam berusaha, burung tidak tahu pasti di mana ia akan
mendapat makanan, akan tetapi yang terpenting bagi burung adalah ia berusaha
keluar dan terbang mencari.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً
”Seandainya kalian
betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki
sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari
dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”
“selalu ada Jalan”. ya, ini
juga adalah ajaran Islam. Jika kita berusaha dan tawakkal, maka kita akan
medapat jalan keluar dari arah yang tidak kita sangka-sangka.
Allah Ta’ala berfirman,
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan memberinya rezki dari
arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada
Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (At-Thalaq: 3)
4.Loyalitas
#”Loyalitas membuat sistem
karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda
dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang
berpindah-pindah pekerjaan.”#
Dalam ajaran Islam seorang
muslim diajarkan agar mematuhi persyaratan yang telah mereka sepakati.
Jika dalam suatu perusahan
mereka bekerja, maka mereka harus mematuhi persyaratan perusahaan yaitu harus
mencurahkan yang terbaik serta loyal dengan perusahaan teresebut selama tidak
melanggar batas syariat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam,
المُسْلِمُوْنَ عَلَى شُرُوطِهِمْ
“Umat Islam berkewajiban untuk senantiasa
memenuhi persyaratan mereka.“
5.Inovasi
#”Jepang bukan bangsa
penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan
kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.’#
Islam juga mengajarkan agar
kita mengembangkan Ilmu dan belajar (bukan inovasi dalam urusan agama =
bid’ah). Bahkan kedudukan orang yang berilmu tinggi baik. Baik Ilmu dunia
maupun akhirat.
Allah Ta’ala berfirman,
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11)
6. Kerja keras
#“Sudah menjadi rahasia umum
bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang
adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957
jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis
(1680 jam/tahun).Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan
pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu
yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai
tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.”
Kerja keras juga Ajaran
Islam. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam mengajarkan kita
berlindung kepada Allah dari sifat malas,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan
sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana
kehidupan dan kematian).”
Bahkan kita harus bersegera
dalam kebaikan untuk diri kita.
Allah Ta’ala berfirman,
فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ
“Maka berlomba-lombalah
(dalam membuat) kebaikan”. (Al-Baqarah: 148)
وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan bersegeralah kamu kepada
ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang
disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (Al-Imran:133)
7.Jaga tradisi, menghormati
orang tua dan Ibu Rumah Tangga
#“Perkembangan teknologi dan
ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya
perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai
saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari
Anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau
yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.”#
Tentu saja tradisi yang baik
yang dilestarikan. Tradisi yang sesuai dengan nilai luhur dan ajaran Islam.
Ajaran Islam juga melertarikan tradisi yang baik. Sebagaimana tradisi orang
Arab Jahiliyah yang memuliakan tamu, menepati janji dan sumpah walaupun sumpah
itu berat sekali. Bahkan adat/tradisi bisa dijadikan patokan hukum dalam ajaran
Islam. Sebagaimana kaidah fiqhiyah.
العادة مجكمة
“Adat/tradisi dapat dijadikan
patokan hukum”
Syaikh Doktor Muhammad
Al-Burnu Hafizahullah menjelaskan makna kaidah ini, “Bahwasanya adat manusia
jika tidak menyelisihi syari’at adalah hujjah dan dalil, wajib beramal dengan
konsekuensinya karena adat dapat dijadikan hukum”.
Mengenai perempuan yang
sudah menikah dan tidak bekerja (IRT), ini juga ajaran utama agama Islam (Ibu
rumah tangga bukan pekerjaan yang sepele dan hina, akan tetapi adalah sebuah
kehormatan dan butuh pengorbanan yang akan melahirkan dan mendidik generasi
terbaik).
لا تمنعوا نساءكم المساجد وبيوتهن خير لهن
“Janganlah kalian melarang
istri-istri kalian pergi ke masjid-masjid, dan rumah-rumah mereka lebih baik
bagi mereka”
Mengenai menghormati orang
tua. Jelas ini ajaran Islam. Bahkan digandengkan dengan ridha Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan Rabb-mu telah
memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan
hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya
atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali
janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau
membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan
rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah,
‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku
pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24)
8.Budaya baca
#“Jangan kaget kalau Anda
datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar
penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.Tidak
peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca”#
Ayat yang pertama kali turun
adalah perintah membaca. Ini adalah ajaran Islam.
Alla Ta’ala berfirman,
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut)
nama Tuhanmu Yang menciptakan” (Al-Alaq: 1)
Begitupula jika kita membaca
teladan para ulama, misalnya syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah
yang membaca setiap hari 12 jam. Begitu juga ulama yang lain, ada yang membaca
sambil berjalan, hingga ia terperosok dalam lubang. Ada yang membaca sampai ia
tertidur dengan buku di atas wajahnya.
9 Hidup hemat
#“Orang Jepang memiliki
semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini
nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang,
mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di
supermarket pada sekitar jam 19:30, dan ternyata sebelum tutup itu pihak
supermarket memotong harga hingga setengahnya.”#
jelas ini ajaran islam,
hemat dan berusaha qona’ah. Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا
“Dan orang-orang yang apabila
membelanjakan (hartanya), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir,
dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”
(Al-Furqan: 67)
10.Kerjasama kelompok
#”Budaya di Jepang tidak
terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik.
Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok
tersebut.
Ada anekdot bahwa “1 orang
professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang
professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang
berkelompok”.”#
Anjuran untuk bekerja sama
adalah ajaran Islam. Saling membantu dalam kebaikan dan pahala.
Allah Ta’ala berfirman,
{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ}
[المائدة: 2]
“Dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran.” (Qs. Al Maidah: 2.)
Archive
Memuat...






